Perbedaan Nabi dan Rasul

Ada khilaf di antara ulama tentang perbedaan antara Nabi dan Rasul:

1. Nabi tidak diutus untuk berdakwa kepada suatu kaum, tetapi diutus untuk dirinya sendiri. Adapun Rasul diutus untuk berdakwah.

Namun pendapat ini kurang kuat, bagaimana nabi tidak berdakwah padahal ulama saja wajib untuk berdakwah? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Para ulama adalah pewaris para nabi”. Pendapat ini sering sekali diungkapkan ketika SD.

2. Nabi diutus tidak membawa syari’at baru, adapun rasul diutus membawa syari’at baru. Misalkan Nabi Musa membawakan kitab Taurat, dan Nabi Isa, membawakan kitab Injil yang kedua kitab ini berisi syari’at dari Allah.

Dan ini pendapat yang cukup kuat, akan tetapi dibantah oleh sebagian ulama. Mereka mengatakan tidak diisyaratkan seorang Rasul harus membawa syari’at baru. Contohnya Nabi Yusuf alaihissalam. Allah berfirman “Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang rasulpun sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.” (Ghafir:34)

Ini adalah dalil bahwa Yusuf adalah seorang Rasul, bukan nabi. Namun tidak dikenal Yusuf membawa kitab baru, dan membawa syari’at baru. “Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya). ” (Yusuf:38)

3. Seorang nabi diutus kepada kaum mukminin, adapun seorang rasul diutus kepada kaum kafirin. Sehingga rasul tidak selalu membawa syari’at baru sebagaimana nabi yusuf, akan tetapi nabi yusuf diutus kepada kaum kafirin yang ada di Mesir, Nabi Nuh, nabi Musa, nabi Isa, begitu pula nabi Muhammad. Dan pendapat ini juga cukup kuat.

Akan tetapi, bagaimanapun hal ini merupakan khilaf diantara ulama.
Wallahua’lam

Sumber: Kajian “Beriman kepada Rasul” oleh Ust. Firanda Andirja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s