Mengejar Dunia

Membahas tentang mengejar dunia di facebook, hingga munculah surat Hud: 15-16 dengan Asy-Syuro: 20.
Terjemahannya begini:

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Hud: 15-16)

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (Asy-Syuro: 20)

Timbul pertanyaan, jadi kalau kita mengejar dunia, yang betul itu mendapatkan balasan dengan sempurna atau sebagian?

Setelah membuka tafsir Ibnu Katsir tentang ayat tersebut, ternyata ada dua macam mengejar dunia:

1. Mengejar dunia dengan amalan dunia.

Dalam hal ini, berlaku surat Asy-Syuro: 20, yaitu:
“Barang siapa yang tujuan usahanya hanya semata-mata mencari sesuatu keuntungan duniawi, sedangkan untuk kepentingan akhiratnya tidak terlintas sedikit pun dalam hatinya, maka Allah mengharamkan baginya keuntungan di negeri akhirat. Sedangkan keuntungan dunia, jika Allah menghendakinya, maka Dia memberinya; dan jika tidak menghendakinya, maka Dia tidak memberikan kepadanya, baik keuntungan di dunia maupun keuntungan di akhirat. Dan orang yang berusaha dengan niat ini memperoleh kerugian di dunia dan di akhirat” (Tafsir Ibnu Katsir)

2. Mengejar dunia dengan amalan akhirat.

Dalam hal ini, berlaku surat Hud:15-16:

Ibnu Abbas mengatakan, “Barang siapa yang beramal saleh untuk mencari keduniawian, seperti melakukan puasa, atau salat, atau bertahajud di malam hari, yang semuanya itu ia kerjakan hanya semata-mata untuk mencari keduniawian, maka Allah berfirman, ‘Aku akan memenuhi apa yang dicarinya di dunia, ini sebagai pembalasannya, sedangkan amalnya yang ia kerjakan untuk mencari keduniawian itu digugurkan, dan dia di akhirat nanti termasuk orang-orang yang merugi’.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Jadi pilih mana? Mengejar dunia dengan amalan dunia, atau mengejar dunia dengan amalan akhirat? Mending mengejar akhirat dong..😉

Sayang praktek gak semudah teori, mari berlatih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s