Tentang Maulid Nabi Ternyata dari Syi’ah

Kopas dari Ust. Abu Muhammad Herman via Facebook

Mungkin Ust. Felix Siauw belum tahu (Allahu Ta’ala a’lam) bahwa tidak ada yang lebih dikehendaki oleh Yahudi (semoga Allah Ta’ala melaknat mereka) kecuali menyesatkan kaum muslimin dengan perantaraan Abdullah bin Saba’, sebagaimana mereka telah menyesatkan kaum Nashara dengan perantaraan Paulus.

Melalui perantaraan Paulus, mereka menciptakan agama Kristen. Melalui perantaraan Abdullah bin Saba’, mereka menciptakan agama Syi’ah.

Kemudian melalui agama Syi’ah, mereka berupaya menyesatkan kaum muslimin melalui acara-acara bid’ah. Di antara kreasi mereka adalah acara Maulid Nabi.

Maulid Nabi bukanlah tradisi dari Islam, karena itu maka TIDAK AKAN KITA DAPATI adanya riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para Sahabat radhiyallahu ‘anhum atau Tabi’in dan Tabiut Tabi’in yang menyelenggarakannya. Tidak pula Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam asy-Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullah.

Padahal mereka adalah sebaik-baik generasi dalam Islam, mereka adalah orang-orang yang PALING PAHAM tentang Islam, PALING PAHAM tentang tradisi-tradisi yang baik dalam Islam.

Adapun perayaan Maulid Nabi, maka bukanlah dari tradisi Islam. Bukan pula suatu perbuatan yang baik menurut Islam.

لَوْكَانَ خَيْرًا لَسَبَقُوْنَا إلَيْه

“Seandainya perbuatan itu baik, niscaya mereka (orang-orang dari generasi terbaik Islam) telah mendahului kita mengerjakannya.

Terbukti berdasarkan penelusuran sejarah, Maulid Nabi bukanlah dari Islam, sebab yang pertama kali mengadakan MAULID NABI adalah orang-orang SYI’AH RAFIDHAH, yang Imam Al-Ghazali rahimahullah mengatakan tentang mereka:

“Mereka menampakkan (diri) sebagai orang Rafidhah Syi’ah, padahal sebenarnya mereka adalah murni orang kafir.” (Fadhaih Al-Bathiniyyah, hlm. 37. Dikutip dari majalah Al-Furqon, Edisi 7, th. ke-9, 1431 H/2010 M)

Yang pertama kali mengadakannya (Maulid Nabi) adalah Bani Ubaid al-Qaddakh yang menamai diri mereka dengan “Fathimiyyun”.

Penamaan Banu Ubaid al-Qoddakh dengan Fathimiyyun terlalu toleransi (berlebihan/tidak benar), karena sebagaimana kata Al-Hafizh as-Suyuthi bahwa mereka bukan Quraisy; yang menamai mereka Fathimiyyun hanyalah ORANG AWAM YANG JAHIL, kakek mereka adalah MAJUSI (penyembah api).

Adz-Dzahabi berkata:

“Para ulama pakar bersepakat bahwa Ubaidullah al-Mahdi bukanlan Alawi.” Kebanyakan mereka adalah kaum zindiq yang keluar dari Islam, di antara mereka ada yang terang-terangan mencela para Nabi, membolehkan khamr, memerintah untuk sujud kepadanya, yang paling bagus di antara mereka adalah Rafidhah yang hina…” (Lihat Tarikhul Khulafa hal.4)

Mereka memasuki kota Mesir tahun 362 H. Berakar dari sinilah kemudian mulai tumbuh dan berkembang bentuk-bentuk perayaan maulid secara umum dan maulid nabi secara khusus.

Al-Imam Ahmad bin Ali al-Maqrizi rahimahullah -seorang ulama ahli sejarah- mengatakan:

“Para khalifah Fathimiyyun mempunyai perayaan yang bermacam-macam tiap tahunnya. Yaitu perayaan Tahun Baru, perayaan Asyura’, Maulid Hasan, Maulid Husain, Maulid Fathimah az-Zahro, Maulid Khalifah, perayaan awal bulan Rajab, Nisfu Sya’ban, awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan dan penutupan Ramadhan…”(Al-Mawaidz wal I’tibar bi Dzikril Khuthothi wal Atsar: 1/490)

Mereka adalah orang-orang dari DAULAH UBAIDIYYAH yang berakidah Bathiniyyah, merekalah yang dikatakan oleh Imam al-Ghazali rahimahullah:

“Mereka menampakkan sebagai orang Rafidhah Syi’ah, padahal sebenarnya mereka adalah murni orang kafir.” (Fadhoih Al-Bathiniyyah, hal. 37)

Pendapat yang mengatakan bahwa BANU UBAID tersebut adalah pencetus pertama perayaan maulid ditegaskan oleh al-Maqrizi rahimahullah dalam al-Khuthoth: 1/280, Al-Qolqosynadi dalam Shubhul A’sya: 3/398, As-Sandubi dalam Tarikh Ihtifal bil Maulid hal.69, Muhammad Bukhait al-Muthi’i dalam Ahsanul Kalam hal. 44, Ali Fikri dalam Muhadhorot beliau hal.84, serta Ali Mahfuzh dalam Al-Ibda’ hal. 126. [Lihat al-Qoulul Fashl fi Hukmi al-Ihtifal bi Maulid Khoirir Rusul, Syaikh Ismail al-Anshori hal. 451-462]

 

Dan orang yang pertama merayakan maulid ini di IRAQ ialah Syaikh al-Mushil Umar Muhammad al-Mula pada abad ke enam dan kemudian diikuti oleh Raja Mudhaffir Abu Sa’id Kaukaburi (Raja Irbil) pada abad ke tujuh dengan penuh kemegahan.

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dalam biografi Abu Sa’id berkata:

“Dia merayakan peringatan Maulid Nabi di bulan Rabi’ul Awal dengan amat mewah. As-Sibt berkata:

‘Sebagian orang yang hadir di sana menceritakan bahwa dalam hidangan Raja Mudhaffir disiapkan 5000 daging panggang, 10.000 daging ayam, 100.000 gelas susu dan 30.000 piring makanan ringan…’

Hingga beliau (Ibnu Katsir) rahimahullah berkata:

“Perayaan tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan orang-orang Sufi (betapa serupanya perbuatan orang-orang dahulu dengan sekarang -pent). Sang raja pun menjamu mereka, bahkan bagi orang Sufi ada acara khusus, yaitu bernyanyi yang dimulai dari waktu Dzuhur hingga Fajar, dan raja pun ikut berjoget bersama mereka.” (Al-Bidayah wa Nihayah: 13:137)

Ibnu Khallikan juga berkata:

“Bila tiba awal bulan Shafar, mereka menghiasi kubah-kubah dengan aneka hiasan yang indah dan mewah. Pada setiap kubah ada sekumpulan penyanyi, ahli menunggang kuda dan pelawak. Pada hari-hari itu manusia libur kerja karena ingin bersenang-senang di tempat tersebut bersama para penyanyi…

Dan bila maulid kurang dua hari, raja mengeluarkan unta, sapi, dan kambing yang tak terhitung jumlahnya, dengan diiringi suara terompet dan nyanyian sampai tiba di lapangan.”

Hingga beliau (Ibnu Khollikan) berkata:

“Dan pada malam maulid, raja mengadakan nyanyian setelah shalat Magrib di benteng.”

Demikianlah sejarah awal mula perayaan Maulid Nabi yang penuh dengan hura-hara, pemborosan dan kemaksiatan. Na’udzubillah…

 

Setelah keterangan di atas, maka terdapat perkara ANEH BIN AJAIB di negeri kita, yaitu tersebarnya keyakinan di sebagian kaum muslimin, bahwa yang pertama kali mengadakan acara Maulid Nabi adalah Shalahuddin al-Ayyubi rahimahullah ketika perang Salib, yang (menurut mereka) hal tersebut dilakukan untuk menyemangati kaum muslimin tatkala melawan pasukan kafir.

Ini adalah sebuah KEBOHONGAN, karena yang pertama kali membuat bid’ah ini adalah orang-orang Bathiniyyah dari kerajaan UBAIDIYYAH yang mereka menamakan atau mengistilahkannya dengan DAULAH FATHIMIYYAH. (Al-Furqon, Edisi 8/ Th.7, RAbi’ul Awwal 1429 H, hal. 58)

Bahkan kami katakan hal ini merupakan PEMUTARBALIKKAN FAKTA SEJARAH, sebab Shalahuddin al-Ayyubi rahimahullah DIKENAL (diketahui) BERUPAYA UNTUK MENGHANCURKAN UBAIDIYYAH, dan Ubaidiyyah juga sangat tidak suka kepada Sholahuddin al-Ayyubi rahimahullah. Bahkan mereka berusaha untuk membunuh beliau beberapa kali. [Lihat buku “Shalahuddin Ayyubi wa Juhuduhu fil Qadha’ ala Daulah Fathimiyyah wa Tahrir Baitil Maqdis” (Shalahuddin Ayyubhi dan Usaha-Usahanya Untuk Menghancurkan Daulah Fathimiyyah dan Membebaskan Baitul Maqdis) karya Dr. Ali Muhammad ash-Shalabi, dan tulisan Syaikh Muhammad ar-Rahil, yaitu “Juhud Shalahuddin Ayyubi fi ihya’ Madzhab Sunni fi Mesir wa Syam (Usaha-Usaha Shalahuddin Ayyubi dalam Menghidupkan Paham Sunni di Mesir dan Syam), yang dimuat dalam Majalah Al-Hikmah]

Barangsiapa yang mempelajari sejarah, niscaya dia akan dapat memastikan bahwa Shalahuddin al-Ayyubi rahimahullah adalah seorang RAJA dan PANGLIMA ISLAM yang TELAH MELENYAPKAN PERAYAAN MAULID dari permukaan negeri kaum muslimin. Sedangkan mereka yang mengatakan sebaliknya bahwa Shalahuddin rahimahullah adalah seseorang yang telah memarakkan Maulidan, maka pernyataan tersebut tidak memiliki bukti sama sekali.” (Benarkah Shalahuddin al-Ayyubi Merayakan Maulid Nabi?, hal. 58-59 oleh Akhuna al-Ustadz Ibnu Saini bin Muhammad)

Semoga hakikat sejarah ini menyadarkan kita akan KELALAIAN dan KETERTIPUAN KITA selama ini, sehingga kita dapat kembali ke jalan yang lurus. Wallahu A’lam.

(Dikutip dari artikel yang berjudul “Mengkritisi Sejarah Perayaan Maulid Nabi”, oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi hafizhahullah, majalah Al-Furqon, Edisi 7, th. ke-9, 1431 H/2010 M)

 

Sholahuddin Al Ayyubi

Beliau adalah Sultan Agung Sholahuddin Abul Muzhoffar Yusuf bin Amir Najmuddin Ayyub bin Syadzi bin Marwan bin Ya’qub ad Duwini. Beliau lahir di Tkrit pada 532 H karena saat itu bapak beliau, Najmuddin, sedang menjadi gubernur daerah Tikrit.

Beliau belajar kepada para ulama zamannya seperti Abu Thohir as Silafi, al Faqih Ali bin Binti Abu Sa’id, Abu Thohir bin Auf, dan lainnya.

Nuruddin Zanki (raja pada saat itu) memerintah beliau untuk memimpin pasukan perang untuk masuk Mesir yang saat itu di kuasai oleh DAULAH UBAIDIYYAH sehingga beliau BERHASIL MENGHANCURKAN MEREKA dan menghapus negara mereka dari Mesir.

Setelah Raja Nuruddin Zanki wafat, beliau yang menggantikan kedudukannya. Sejak menjadi raja beliau tidak lagi suka dengan kelezatan dunia. Beliau adalah seorang yang punya semangat tinggi dalam jihad fi sabilillah, tidak pernah didengar ada orang yang semisal beliau.

Perang dahsyat yang sangat monumental dalam kehidupan Sholahuddin al Ayyubi adalah Perang Salib melawan kekuatan kafir salibis. Beliau berhasil memporak porandakan kekuatan mereka, terutama ketika perang di daerah Hithin.

Muwaffaq Abdul Lathif berkata: “Saya pernah datang kepada Sholahuddin saat beliau berada di Baitul Maqdis (Palestina, red), ternyata beliau adalah seorang yang sangat dikagumi oleh semua yang memandangnya, dicintai oleh siapapun baik orang dekat maupun jauh. Para panglima dan prajuritnya sangat berlomba-lomba dalam beramal kebaikan. Saat pertama kali aku hadir di majelisnya, ternyata majelis beliau penuh dengan para ulama, beliau banyak mendengarkan nasihat dari mereka.”

Adz Dzahabi berkata: “Keutamaan Sholahuddin sangat banyak, khususnya dalam masalah jihad. Beliau pun seorang yang sangat dermawan dalam hal memberikan harta benda kepada para pasukan perangnya. Beliau mempunyai kecerdasan dan kecermatan dalam berfikir, serta tekad yang kuat.”

Sholahuddin al Ayyubi wafat di Damaskus setelah subuh pada hari Rabu 27 Shofar 589 H. Masa pemerintahan beliau adalah 20 tahun lebih.

(Disarikan dari Siyar A’lamin Nubala’: 15/434 no.5301)

 

BARZANJI, KITAB INDUK PERINGATAN MAULID NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4687503660618&set=a.3324211219159.2136629.1084713685&type=1&ref=nf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s