Merajihkan Suatu Pendapat dari Perkara Khilafiyah

Adapun jika kita sekadar menggelontorkan perkara khilafiyyah, lalu tidak menentukan sikap, atau -hehe- mengambil pendapat yang ghariib, syaadz, marjuuh dan diridhai manusia dengan tasamuhnya dan renggangnya (meskipun secara halus dan tidak sharaahatan -straight-), maka apa faedahnya kita belajar Ushul Fiqh, dan apa gunanya kita berdakwah ya?

Kasihan orang awam jika disuguhi khilaf (apalagi jika asalnya tidak ada khilaf), lalu Pak Guru tidak punya sikap dan menyuruh murid-murid pilih sendiri, tarjih sendiri dan menghargai semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s